Pada acara pemberkatan Risya tidak bisa pulih dalam waktu lama. Dia berdiri dibawah kerudung dengan linglung sampai suara pastur terdengar. Apa ini pernikahannya? Tanpa pengiring pengantin, tanpa pendamping. Tanpa persiapan baju pengantin, tanpa ibunya dan ah, entah berapa banyak yang tidak di persiapkan. Namun jika mereka merencanakan pernikahan seperti layaknya pasangan lain, akankah pernikahan ini terwujud? Sepanjang acara selain ketika memgucapkan sumpah pernikahan, Risya merasa seperti berada di alam mimpi, terlebih Bastian hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun dari awal sampai akhir. Risya melirik pria yang duduk disamping dengan penasaran. Wajah Bastian tampak sedikit tegang dan gugup. Setelah acara di aula pemberkatan selesai, semua tamu bergerak menuju aula perjamua

