Chapter 107

1034 Kata

Risya mendelik tidak senang. "Aku tidak menyetujuinya. Aku hanya bilang agar dis menanyakan itu padamu." Jawab Risya kesal. "Tapi ibu bilang kamu setuju dia mengirim Seorang dokter cantik sebagai istri keduaku agar dia bisa mengobatiku." Jawabnya dengan acuh tak acuh. "Omong kosong!" Bantahnya marah. Dia bangkit sambil membuang selimut ke lantai. "Apa kamu menyetujui usul ibumu?" Tanya Risya sambil berdiri dengan tangan berlipat di d**a. "Ku fikir karena kamu setuju jadi aku mengalah .." ujar Bastian dengan suara lembut namun Risya segera memotongnya dengan marah. "Bodoh! Pergi keneraka. Keluar dari sini. Aku tifak ingin melihatmu." Dia melempar semua pakaian, selimut dan bantal hingga berserakan di lantai. Bastian tetap tenang sambil memandangnya dengan penuh minat. "Untuk apa k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN