Oscar menatap Laura dengan wajah suram. Senyum mencibir muncul di bibirnya. Dia sebenarnya merasa menyesal mengambil keputusan terburu-buru dengan menikahi Laura. Jika dia bisa menahan diri sedikit, dia tidak akan mengalami kegagalan seperti hari ini. Sikap Risya dan ketenangannya sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Laura yang blak-blakan dan impulsif. Oscar tidak terlalu peduli dengan perasaan. Bagaimanapun karena ketampanannya, banyak gadis cantik berputar di sekelilingnya sejak dulu. Dia hanya mengincar kekayaan keluarga Steel untuk pengembangan perusahaan milik keluarganya Zein Group. Jika dia berhasil menikahi putri keluarga Steel, akan ada beberapa saham yang cepat atau lambat dia kuasai. Namun melihat Laura sekarang, dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Seben

