Fitri melangkahkan kakinya keluar dari pintu keluar masuk warung makan murah dengan lunglai, raut wajah yang terlihat kacau, dan ia sesekali menghela nafasnya kasar dan panjang. Ia mulai berjalan menyusuri jalanan dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di benaknya. Ia tidak mencuri. Tapi bagaimana bisa dompet itu tiba-tiba ada di dalam tasnya? Tak mungkin bukan? Dompet itu punya kaki untuk berjalan kemudian berdiam diri di dalam tasnya? Mustahil sekali!. Hanya satu kemungkinan yang paling masuk akal, alasan kenapa dompet itu bisa berada di tasnya. Ada orang yang tak suka dengan Fitri, menginginkan gadis malang itu dipecat dari tempatnya bekerja. Tapi siapa? Seingat Fitri hampir semua pegawai yang bekerja di sini bersikap baik kepadanya. Fitri terus berjalan menyusuri jalanan dengan tang

