Part 43

1734 Kata

Mendengar ucapan yang dilontarkan Dewa itu, Fitri membulatkan matanya tak percaya. Apa-apaan Dewa itu? Kenapa dia malah berkata seperti itu? Fitri menggerak-gerakkan tangannya di depan d**a, saat melihat orang-orang di sekitarnya masih saja menggodanya dengan Dewa. Kalau seperti ini, bukankah mereka akan menganggap Fitri yang tidak-tidak saat mereka mengetahui Fitri ikut beradu akting hari ini? “Bukan-bukan, saya bukan pacarnya Dewa. Dia tadi hanya bercanda saja.” Fitri kemudian menatap tajam ke arah Dewa. Memberi isyarat lewat tatapan matanya agar laki-laki itu memperkenalkan siapa dirinya serta apa tujuannya ikut breafing bersama mereka. Orang-orang di sekitar Fitri dan Dewa kini menatap bingung ke arah mereka berdua. Jadi yang benar yang mana? Mereka berdua ini berpacaran atau tidak?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN