Mendengar ucapan yang dilontarkan Dewa itu, Fitri membulatkan matanya tak percaya. Apa-apaan Dewa itu? Kenapa dia malah berkata seperti itu? Fitri menggerak-gerakkan tangannya di depan d**a, saat melihat orang-orang di sekitarnya masih saja menggodanya dengan Dewa. Kalau seperti ini, bukankah mereka akan menganggap Fitri yang tidak-tidak saat mereka mengetahui Fitri ikut beradu akting hari ini? “Bukan-bukan, saya bukan pacarnya Dewa. Dia tadi hanya bercanda saja.” Fitri kemudian menatap tajam ke arah Dewa. Memberi isyarat lewat tatapan matanya agar laki-laki itu memperkenalkan siapa dirinya serta apa tujuannya ikut breafing bersama mereka. Orang-orang di sekitar Fitri dan Dewa kini menatap bingung ke arah mereka berdua. Jadi yang benar yang mana? Mereka berdua ini berpacaran atau tidak?

