Part 71

1917 Kata

Tepat pukul tujuh malam, Ridwan sampai di rumahnya. Ia pun bergegas masuk dengan penuh semangat untuk segera menemui Fitri. Dan apa yang dilihatnya di ruang tengah, membuat Ridwan seketika menghela napas panjang. “Fitri.. kenapa masih santai-santai? Bukannya segera bersiap-siap. Lupa ya sama isi pesan yang Om kirim pagi tadi?” Ya, Ridwan berusaha untuk berpikir positif. Karena memang mungkin saja, Fitri lupa akan isi pesan singkatnya pagi tadi. Fitri memamerkan cengiran khasnya di hadapan Ridwan. Ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali sebagai jawaban. “Nggak, Om. Fitri masih ingat kok.” Ridwan mengernyitkan kening heran mendengar jawaban yang Fitri lontarkan. “Kalau kamu nggak lupa, kenapa sekarang justru menonton televisi bukannya bersiap-siap?” “Hehehe, Fitri takut Om ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN