Part 34

1516 Kata

Mendengar ucapan Fitri yang terbilang tiba-tiba itu seakan suara petir yang sangat menggelegar bagi Dewa. Ia sangat-sangat terkejut mendengarnya. Ia pikir, Fitri akan menginap di rumahnya sampai semua lukanya sembuh. Tapi ternyata, belum satu kali dua puluh empat jam saja gadis itu sudah ingin pamit kepadanya untuk pergi. Di saat dirinya sudah ada ketertarikan dengan Fitri, bahkan di pertemuan pertama mereka, apakah Fitri tidak merasakan hal yang sama dengan dirinya? Ah iya, Dewa lupa. Mungkin saja keluarga Fitri sedang sibuk mencari putrinya karena hilang tanpa ada kabar. Mungkin saja banyak orang yang mengkhawatirkan Fitri saat ini karena gadis itu tak kunjung pulang. Dewa mencoba untuk mengingatkan kepada dirinya sekali lagi, kalau dirinya bukan siapa-siapa bagi Fitri. Ia tidak punya h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN