Bab 16

1101 Kata

Dengan cepat Ezi langsung mendekati Lio, dan mengarahkan miliknya pada V Lio, karena posisi Lio saat ini begitu sangat menantang dirinya. "Ahhh... " Aku benci kalian. " Tanpa mereka sadari desahan dari keduanya berhasil menjatuhkan air mata Naya yang telah berdiri di depan pintu kamar Lio. Ternyata, desahan dari keduanya persamaan dengan ungkapan penuh kebencian dari seorang wanita janda yang menyaksikan betapa nikmatnya 2 seorang yang tengah saling menumpahkan nafsunya satu sama lain diatas sofa, tepat di depan matanya langsung. Dengan cepat Naya langsung berlari beralih menuju ke kamarnya sendiri, sambil menghapus air matanya yang sejak tadi tidak berhenti menetes, dan itu karena pengkhianatan kakaknya terhadap mantan suaminya. Niat Naya ingin bicara serius dengan Liora tidak jadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN