57

1056 Kata

Dua jam setelahnya, karena melihat wanita tersebut sudah pergi dari sana, Edward sudah tak ada lagi alasan. Dia bergerak untuk kembali lagi, sampai ke areal tempat perumahan James. Dengan begitu lekat, sekarang laki-laki itu hanya bisa sedikit merasa tak enak hati. “Ada apa ini? Bagaimana mungkin kamu pulang sendiri?” tanya Rose yang langsung melangkah kaki menuju ke arah laki-laki tersebut. Sejurus tak dapat menjawab, akhirnya Edward langsung menggeleng tak paham. Dia benar-benar merasa hancur dengan keadaan ini, membuatnya terasa seperti terdesak untuk berkata apa pada salah satu sahabatnya itu. “Maaf, Rose. Aku ..., Aku ....” Tak bisa terus melanjutkan kata-katanya tersebut, Edward sempat terduduk dan menghindari Rose secara sengaja. Akan tetapi, dengan balik arah pula mereka saling b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN