Setelah satu Minggu pasca sadar dari koma, Andra sudah ada di rumah kembali, dia memutuskan untuk tinggal di rumah orangtuanya. Tentu atas permintaan papah dan mamahnya. Maura sendiri tidak keberatan, dia senang-senang saja jika harus tinggal di sini. Kondisi tubuh Andra sudah mulai membaik, dia bisa kembali beraktivitas. Namun, keluarganya masih melarang keras Andra untuk bekerja, walaupun hanya sekedar cek email, karena mereka tahu, jika Andra sudah mulai bekerja, pria itu akan lupa waktu karena mengurusi pekerjaaan. Setidaknya itu lebih baik, daripada dia harus mati karena bosan begini. Maura sesekali datang ke kantornya, dan membuat Andra merasa iri. Maura saja yang sedang hamil boleh pergi bekerja kenapa dia tidak? Padahal dia merasa sudah sangat sehat. "Kenapa mukanya ditekut t

