Bintang melemparkan berkas yang dibawanya dari tadi ke hadapan seorang perempuan yang sedang duduk di kursi. Perempuan itu merasa kaget dengan perlakuan lelaki dihadapannya yang menurutnya kasar. Karena Bintang yang dikenalnya tidak pernah seperti ini. Dia pun berdiri. "Ada apa?" "Buka saja!" Suara Bintang sangat dingin dan ekspresinya datar. "Apa itu?" "Buka! Sebelum aku merobeknya dan kau bisa mati penasaran karenanya." Perempuan itu melotot. Dia tidak habis pikir, kata-kata itu bisa keluar dari mulut Bintang. "Kamu bisa sopan dikit gak, datang marah-marah, aku pikir kamu sudah lupa jalan untuk pulang. Kemana saja? Sudah sadar kamu? Makanya pulang ke sini." Manda tersulut emosi. Dia tidak bisa menahan untuk tidak marah pada suaminya. Karena Bintang sudah sangat keterlaluan

