21. Missing Home

2100 Kata

"Renee? Are you okey?" Tyo sekali lagi bertanya kepada Renata. Penasaran kenapa wanita itu tiba-tiba menangis. "Hehe ... I'm okay! Sambal pecel itu rasanya pedes sekali, jadi perih sampai ke mata." Renata menjawab sambil cepat-cepat menyeka tetesan air mata yang lolos di pipinya. "Pedas? Masa sih pedas?" Tyo semakin kebingungan. Karena rasa pedas dari bumbu pecel yang sedang mereka makan termasuk standart. "Iya bagiku ini pedas ... Ayo cepat kamu habiskan sisa makanannya." Renata memberikan gesture tubuh bahwa dia tidak ingin melanjutkan pembicaraan. Kemudian dia berkonsentrasi untuk melanjutkan menghabiskan isi piringnya. Tyo tidak banyak bicara juga setelah itu. Hanya melanjutkan menyantap menu makan malam sambil memandangi wajah Renata yang terlihat sendu dan kelabu. Dia menjadi sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN