Wira hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah kakak pertamanya itu. Semakin dia mengamati semakin jengah pula yang dirasakan Wira demi melihat Tyo yang sudah seperti orang gila. "Mas Tyo kenapa sih, Mas?" Tanya Wira kepada Budi. Berharap kakak keduanya yang cerdas bisa memberikan jawaban atas keanehan kakak pertama mereka. "Ya mana kutahu. Aku kan gak ikut ke Paris." Budi menjawab, ikut mengamati mimik wajah Tyo yang sudah kehilangan tampang cool ciri khasnya. Tampang yang sudah seperti orang linglung, bukan tampang CEO kebanggaan Sampoerna Group. "Coba deh Mas Budi tanyain, dia kenapa sebenarnya. Apa habis terbentur sesuatu kepalanya waktu manjat menara Eiffel?" Wira meminta Budi untuk menanyai Tyo. "Kamu aja yang tanya Wir, kalo aku yang tanya malah dipelototin nanti sama dia.

