"Gimana keadaan di sana, Wa?" Tyo menelpon Dewa, sekretaris pribadinya. Untuk menanyakan keadaan perusahaan yang dia tinggalkan di Indonesia selama beberapa hari. "Aman, Pak." Dewa menjawab mantap. Meski nyatanya dia harus sering mencari Budi atau Wira sebagai perwakilan Tyo. Dewa dapat membaca bahwa Tyo sengaja berlama-lama pergi ke Paris dan membiarkan perusahaan Sampoerna diurusi oleh Budi dan Wira. Meski kedua tuan muda Sampoerna itu jelas sudah pontang-panting dibuatnya. Namun Tyo tetap bergeming, seolah dia ingin agar kedua adik laki-lakinya belajar bagaimana cara mengurus perusahaan dengan benar. "Gak ada masalah yang berarti kan?" "Iya, Pak ... Ehem, tapi Pak Tyo mau sampai kapan di sana?" "Heemm ..." Tyo berpikir sejenak sebelum memberikan jawaban. "Secepatnya." "Yaudah,

