32. Pamit

2091 Kata

Setelah kepergian Rahayu, Renata meletakkan ponselnya di meja. Dia beralih untuk menatap Tyo yang sedang duduk setengah berbaring di ranjangnya. Kemudian Renata beranjak dari sofa untuk menghampiri pria itu. Mengambil duduk di kursi dekat ranjang pasien guna melancarkan niatnya, memaksa Tyo makan. "Kenapa kamu gak mau makan?" Renata bertanya to the points. "Sudah kan?" "Sudah apanya? Tuh lihat makanan kamu masih utuh?" Tyo terdiam sejenak sebelum akhirnya memberi jawaban, "Pengennya sih disuapin kamu ..." "Astaga! Dasar tukang modus!" Umpat Renata terang-terangan. Merasa geli dengan alasan klise yang dikatakan Tyo. Tyo hanya menanggapi dengan senyuman simpul. Karena tertawa bisa membuat otot-otot perutnya berkontraksi, dan memberikan penderitaan tersendiri baginya saat ini. Renata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN