34. Saling Diam.

1621 Kata

Kinan bergegas keluar dari kamar mandi, dia memakai dress warna putih bercorak bunga sebatas lutut. Rambutnya ia keringkan dengan hairdryer dan mengeringkannya, karena masih setengah basah. Tangan Kinan meraih pelembab wajah yang sering ia pakai. Setelah selesai, dia mulai meninggalkan kamar menuju lantai bawah. Tujuannya adalah dapur. Entah kenapa perutnya terasa lapar tidak seperti biasanya. Langkah perempuan cantik itu memelan, saat mengetahui ada Alvaro duduk di ruang tengah. Tanpa membuang waktu, Kinan berjalan lurus ke arah dapur. Dengan cekatan dia membuat teh hijau dan mengambil roti tawar yang sudah diolesi selai stroberi, lalu memasukkannya dalam panggangan. Lelaki yang sibuk dengan ponsel itu, menoleh memperhatikan gerak Kinan. Alvaro ingin mengakui kalau istrinya memang ca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN