55. Bicara Jujur.

1403 Kata

"Tante?" Kinan mengeryit karena Tante Lusi yang menelepon. Tanpa membuang waktu, Kinan mulai mengangkat panggilannya. "Ya, Tan selamat sore!" Kinan menyapa Tante Lusi saat sambungan terhubung. "Apa kabar Kinan?" tanya Tante Lusi. "Kabar baik Tan!" "Kamu gimana di Bali betah tidak?" "Betah dong, Tan! Di sini ramai Tan. Aku lumayan terhibur." "Syukur kalau gitu. Jaga kesehatan dan jangan sampai telat makan ya!" "Iya, makasih Tan!" "Tante sebenaranya kangen sama kamu. Biasanya kalau weekend kamu kan datang ke sini. Ini sudah lama kamu enggak berkunjung. Apalagi, sekarang kita terpisah jarak yang semakin jauh," ucap Tante Lusi sedih. Kinan tersenyum tipis, bahkan dirinya juga sedih harus terpisah dari keluarganya. Tapi, semua ini memang harus terjadi. Karena Alvaro tidak ingin publik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN