Nathan tak henti mengomel manakala Julia secara mendadak menarik kemejanya. Menyuruh Nathan untuk menghentikan mobilnya di salah satu restoran cepat saji. "Ma, mama itu sama nyebelinnya sama ibu-ibu yang sign ke kiri tapi beloknya ke kanan." Ujar Nathan tanpa takut melukai hati Julia. Julia hanya melirik Nathan sinis. "Seenggaknya mama mau dengan sukarela nyekolahin kamu, dengan senang hati menerima segala bentuk kekesalan kamu sama mama." Julia kini melepas seatbeltnya. Menuruni mobil. "huh,,sabar Nath, masih sehari ini. Kalo udah ganep 10 hari dan batin lo masih tersiksa kayak gini. Kabur deh kabur lo ke antartika biar mama lo gak nemuin lo." gumam Nathan pelan. Sebelum mengikuti mamanya menuruni mobil. Sekarang Nathan dan Julia sudah duduk di salah satu kursi di sudut restoran. Bers

