36. Breaking Glass

1181 Kata

"PERGI..!!!" Seru Melissa yang entah sejak kapan sudah berada di dalam kamar. Kemarahan jelas terlihat di wajah Melissa.  Melissa menatap Renata dan Ed dengan tajam. Seolah menyuarakan perang jika kedua orang itu tak segera pergi.  sementara Lexa segera beranjak menghampiri Melissa. Mencoba menenangkan Melissa. Ah ini tidak akan mudah. Melissa sungguh jarang, bahkan nyaris tak pernah marah. Dalam arti marah yang sebenarnya seperti sekarang ini. Seperti kata pepatah, sebahaya-nya amarah, adalah amarah dari orang yang tak pernah marah. Dan Melissa tak pernah marah. Tidak jika itu berhubungan dengan dirinya. Tapi jika berhubungan dengan Lucas. Entahlah.  "Gue bilang, lo berdua pergi. Jauh-jauh dari hidup kami." Melissa berteriak marah. Lexa segera merengkuh Melissa. Mengusap pundaknya naik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN