**///** Lucas tak henti menggenggam erat tangan kanan Lexa sepanjang perjalanan menuju rumahnya. Sesekali mengarahkan tangan ramping Lexa pada bibirnya. Mencium punggung tangan Lexa. Dan tak lupa, senyum bahagia jelas merekah di wajah tampan Lucas. Meskipun pandangan Lucas terfokus pada jalan raya. "Lucas, kalo kamu terus senyum gini, aku jadi ngerasa pacaran sama orang gila." Seru Lexa mulai merasa ngeri. Bahkan sejak tadi di Bar, saat Lexa menyampaikan keputusannya untuk keluar dari Bar mami. Lucas selalu tersenyum selebar mungkin. "Aku kan emang gila, Lexa. Cowok waras mana yang gak mendadak gila karena tiap hari kamu cium." Jawab Lucas santai namun sukses membuat pipi Lexa merona. "Lucas..jangan bikin pipi aku panas karena malu." Lexa tertunduk. Ya ampun Lexa, demi apa lo malu ? B

