17. Hello, Delilah

1469 Kata

Lucas baru saja membuka pintu rumahnya saat ponselnya berdering. Melissa. Tumben banget ni cewek telpon malem-malem. "Kenapa ?" Seru Lucas begitu menempelkan benda tipis di telinganya. "Buset, asalamualaikum dulu kek. Selamat sore kek. To the point aja lo." Suara di seberang terdengar kesal. Namun sedetik kemudian terdengar kekehan dari Melissa. "Alah lama, kenapa ? Gue capek abis pulang latian basket." "Idih Lucas..Manis dikit kek sama kakak Lo. Satu doang ini." "Gue matiin ya. Baa--" "Gue ada info soal Lexa." potong suara seberang. "Beta tadi ngasih tau gue." "Lexa ?" Satu nama itu langsung membuat jantung Lucas berdesir. Lucas membatalkan niatnya untuk memasuki rumah. Memilih duduk di teras. "Kenapa dia ?" "Gue tarik kalimat gue kemaren kalo Lexa cewek baik-baik." "To the point

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN