21. No Promises

1411 Kata

**** Hanya butuh waktu 10 menit bagi Dylan untuk mengendari mobilnya menuju Asrama Veloz. Begitu sampai, Dylan langsung turun dari mobil. Mengambil beberapa ikat bunga yang tadi sempat dia beli di kios bunga dekat apartemen Leo. Dylan menarik napas panjang. Ya ampun, Dylan Grass. Lo ngapain malem-malem gini bawa bunga banyak banget ? Mau jualan ? Dylan mengejek dirinya sendiri. Setelah berhasil menyelaraskan irama detak jantungnya. Dylan melangkah menuju pintu Asrama. Sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Dylan. Bahkan sebelum tangan Dylan memencet bell. Pintu asrama sudah terbuka. Dan sosok yang keluar dari balik pintu semakin membuat Dylan merasa Tuhan sedang sangat baik kepadanya. Lexa. Ya Tuhan terimakasih sudah mendatangkan Alexandra Eleanor di depan pintu. Berbeda dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN