Lexa tak henti membuntuti Bibi Jean. Mengekor kemanapun Bibi Jean melangkah. Mengeluarkan rengekan-rengekan yang berisi protes. Bibi Jean berakting seolah tidak mempedulikan Lexa. Meskipun dalam hatinya tak henti menertawai apa yang dilakukan Lexa. "Ayodong Bi..masak Lexa kemaren gak masuk udah dipecat. Kan kemaren Lexa udah ijin sama bibi juga. Maafin Lexa dong Bi.. Pliss..kalo Lexa bibi pecat, Lexa gimana biayain papa Lexa." Lexa terus merengek seperti bayi. Memasang wajah semelas mungkin. Tangannya menarik-narik ujung celemek yang dikenakan Bibi Jean. "Lexa, bibi Jean gak mecat kamu. Bibi cuma ingin kamu gak terlalu lelah. Kamu udah kuliah, sekarang kamu juga udah keterima kerja di Kantor yang gajinya lumayan gede." Bibi Jean masih sibuk membuat adonan kue sembari menjelaskan alasan

