Dira masih tertegun ditempatnya. Ia masih mengingat-ingat kembali perjalanannya kemarin. "Kenapa? tapi kenapa? ada apa dengan kak Re? apa maunya dengan merobek buku halaman lima puluh lima itu? hemmmz...lalu...apa kak Re juga yang mengangkat panggilan dari Jo? tapi kenapa? kenapa dia nggak bilang padaku?" ucap dalam hati Dira saat itu. Yang lalu tanpa sadar membuatnya memencet nomor ponsel Re. "Ra...aku ke toilet dulu ya bentar..." ucap Annya disana. Lalu Dira membalasnya dengan anggukan. "Halo Ra! ada apa? minta jemput?" ucap suara seseorang dari dalam panggilan tersebut. "Emb...anu kak...itu..." ucap gagap Dira yang tidak tahu harus bertanya dan memulai dari pertanyaan yang mana, karena di otaknya banyak sekali pertanyaan untuk lelaki itu. "Akh...nggak jadi kak...yaudah maaf udah ga

