Dira kian merapatkan tubuhnya, lagi-lagi gadis itu seperti itu saat berada di kegelapan, padahal ke empatnya kesana bukan kali pertamanya, tapi sudah yang ke empat kalinya, dan baru kali itu saja ke empatnya pulang petang, sampai jalanan hutan gelap dan kendaraan juga yang lewat jarang-jarang. "Ada apa dek?" tanya Re pada gadis di sampingnya. Sembari satu tangannya terulur dan merangkul pundak Dira. Re menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya. Lelaki itu mencoba menenangkannya. Memang saat itu tengah hujan gerimis, ditambah hari yang sudah petang dan gelap, tidak ada lampu penerangan di sepanjang jalan, karena area pegunungan. Hanya lampu-lampu dari kendaraan yang kewat yang meneranginya, ditambah sesekali kilatan petir yang tidak bersuara yang membuat kian menegangkan bagi Dira. "Ada

