"Apa yang lo lakuin, Daisha?" Daisha diam saja, dirinya terlalu sakit manakala Daffa lebih dulu menyebut namanya, sebagai tersangka tepatnya. Belum lagi tentang kenyataan bahwa Daffa menjadikannya bahan taruhan, membuat luka itu semakin dalam. Jadi kata-kata cinta yang diucapkan lelaki ini hanya sebuah karangan yang indah, membuat Daisha tak bisa membedakan tulus atau tidak. "Lo ngapain Ireen sampe pipinya merah gini?" tanya Daffa lagi ketika melihat pipi Ireen yang memerah. "Lo apaain Daisha?! Jawab gue!" Kini Daffa bukan lagi bertanya dengan suara pelan melainkan teriakan yang memekakan telinga. Daisha saja sampai terkejut dibuatnya, ini pertama kalinya Daffa berteriak didepannya, karenanya. Daisha menatap Daffa dengan pandangan tidak percaya, jadi ini wujud asli lelaki yang berjanj

