dijemput

1003 Kata
pagi ini Naufal sudah bersiap siap, dia sudah mandi dan bersiap untuk pergi ke apartemen. hari ini dia akan menjemput Kiana terlebih dahulu dan mengantarkan Kiana ke kedai bibi Ling sebelum dia berangkat untuk bekerja. "sarapan dulu nak" ujar Calista pada Naufal. Naufal kini makan makanan yang di buat oleh mamahnya, dia hanya merasa tidak enak apalagi mamahnya sudah bekerja keras seperti ini. Naufal hanya ingin menghargai setiap apa yang sudah mamahnya berikan untuknya. "nanti kamu pulang jam berapa nak?" tanya Calista "Dinda katanya ada acara di rumahnya" tambah nya. "aku kayak nya ga bisa mamah, lagi sibuk banget di kantor" ujar Naufal. dia memiliki alasan untuk menolak apa yang mamahnya katakan. pasti Dinda yang membuat mamahnya seperti ini, hal inilah yanh membuatnya tidak suka karena mamahnya selalu saja membuat dirinya tidak nyaman karena selalu memaksanya untuk bersama Dinda, padahal Naufal tidak mau jika dia di paksa bersama dengan Dinda. Naufal sudah besar dia bisa menentukan apa yang diinginkan dirinya dan apa yang membuatnya bahagia, Naufal hanya ingin Kiana apapun itu Kiana lah yang hanya diinginkan oleh Naufal sampai nanti. dia akan terus memperjuangkan Kiana, apapun yang terjadi dia tidak akan melepaskan orang sebaik Kiana. "nanti malam Naufal lembur ya mah, kayaknya mau nginep di apartemen aja yang lebih Deket sama kantor" ujar Naufal. "ya udah gapapa, hati hati ya nak" ujar Calista pada anaknya. "iya mah" jawab Naufal. setelah selesai sarapan Naufal bergegas untuk pamit dan pergi ke apartemen miliknya. pagi ini dia akan mengantarkan Kiana Bekerja, dia tau Kiana belum banyak tau jalan yang berada di sana dan dia tidak tau lagi akan bertanya siapa selain dengan Naufal. Naufal memanfaatkan semuanya agar dia bis lebih dekat dengan Kiana. Naufal tau Kiana anak yang baik dan tidka akan menolak niat baiknya pagi pagi seperti ini. Kiana mampu menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain padanya. jalan pagi ini terpantau lancar tanpa ada macet, entah apa yang terjadi seakan akan semesta mendukung dirinya bersama dengan Kiana. bahkan Naufal sangat bahagia semuanya berjalan dengan sangat lancar seperti ini. "ya Tuhan, terimakasih" ujar Naufal pada Tuhan karena dia telah melancarkan apa yang dia inginkan. walau awalnya memang sangat sulit tapi karena dia tidak menyerah akhirnya semuanya kini berjalan lancar. Kiana bahkan bersama dirinya walaupun memang masih berstatuskan teman karena memang Kiana yang belum percaya dengan ketulusan Naufal. Naufal percaya seiring berjalannya waktu pasti Kiana tau bahwa apa yang dilakukan oleh Naufal semuanya sangat tulus padanya. Naufal melakukan segalanya dengan sangat baik, dia bahkan tidak pernah membuat Kiana merasa tidak nyaman. dia seakan akan memprioritaskan Kiana agar wanita itu nyaman hidup di apartemen miliknya. kini akhirnya Naufal sudah sampai apartemen. Naufal yang takut bahwa Kiana tidak bisa menggunakan lift pun akhirnya memutuskan untuk turun lalu ke atas untuk menjemput Kiana. sesampainya di atas kini Naufal pun membuka pintu apartemen miliknya dan dia melihat Kiana yang sedang sarapan pagi ini. "loh mas" pangg Kiana yang terkejut karena kedatangan Naufal. "hahah maaf terbiasa langsung masuk jadinya ya gini" ujar Naufal. "nggak papa mas, lagi pula ini kan apartemen milik kamu" jawab Kiana "udah sarapan mas?" tanya nya. "udah, kamu lanjutin makan abis itu langsung aku anter kerja" ujar Naufal. akhirnya kini Kiana melanjutkan makannya, dia tidak enak jika Naufal menunggunya terlalu lama. pagi ini memang Naufal sengaja memulai aktivitas pagi banget karena memang dia tidak langsung ke kantor melainkan ke kedai terlebih dahulu. sebenarnya Naufal tidak enak berbohong pada mamahnya mengatakan jika dia sedang bekerja padahal dirinya berada di apartemen nya. Naufal malam ini hanya ingin menghindari datang kerumah Dinda. Naufal sudah cukup muak dengan permainan wanita itu yanh tidak ada habisnya. bahkan Naufal sudah menolaknya beberapa kali tapi dia tetep kekeh ingin memperjuangkannya, bukan memperjuangkan dirinya melainkan memperjuangkan harta yang dimilikinya. semua ketulusan yang pernah ada akan ternoda jika ada keinginan tentang harta harta seperti itu. Naufal sudah sangat tidak respect lagi semuanya sudah sirna dan hanya tinggal kewaspadaan yang dia pasang di sini. dia sudah cukup dia tidak mau nanti di akhir mamahnya yang akan kecewa sendiri dengan pilihannya. mamahnya akan kecewa jika dia tau apa yang dipilihnya tidak sesuai dengan apa yang dikatakan olehnya. Naufal hanya menghindari nhal itu mamahnya pasti akan menyalahkan diri sendiri jikalau itu terjadi. "kamu dah siap?" tanya Naufal pada Kiana. "udah mas" jawab Kiana. "ya udah ayo" ajak Naufal untuk turun. Kiana menganggukkan kepalanya, mereka kini akhirnya turun ke bawah dan langsung menuju tempat kerja mereka. sebenarnya lokasi tempat kerja Kiana tidak terlalu jauh dari sini tapi memang jika dilihat dari lokasi Kiana juga akan kesulitan jika dia naik kendaraan umum kesana. maka karena hal inilah Naufal dia memutuskan untuk mengantar Kiana. selain untuk semakin mendekatkan dirinya kini dia hanya ingin menunjukkan tentang ketulusan dirinya. "mas ke kantor jauh nggak dari tempat aku kerja?" tanya Kiana. "nggak jauh kok" jawab Naufal. Kiana mengangguk karena paham, tiap makan siang Naufal menyempatkan untuk datang ke kedai itu berarti tempat kerja Naufal yang dekat dengan kedai bibi Ling. setidaknya Kiana tidak begitu merasa bersalah karena sudah merepotkan Naufal, untung saja Naufal tidak perlu puter balik ketika dia harus mengantar Kiana. Naufal sebenarnya tidka ingin melihat Kiana kecapekan bekerja seharian seperti ini. dia sangat ingin Kiana berada di rumah saja dan menunggunya pulang kerja, baru membayangkan saja sudah membuat Naufal bahagia apalagi jika hal itu secara nyata dia rasakan dia pasti gapaham lagi karena se cinta dan se sayang itu pada Kiana. Kiana gadis yang sangat sederhana inilah yang mampu membuat Naufal terpukau dan bahkan sangat ingin menjalin hubungan dengan Kiana. tapi apa daya semuanya tidak bisa dilakukan secara instan karena memang cinta perlu waktu, dia tidak bisa memaksakan segalanya karena segala sesuatu yang di paksa tidak akan memberikan kenangan yang baik pada akhirnya. Naufal mengikuti kemana takdir akan membawanya, dia akan pasrah dengan jalan yanh tuhan siapakan padanya, apapun itu dia akan terus berjuang sampai tuhan menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan. Naufal yang seperti inj bahkan sudah memikirkan pernikahannya nanti, pernikahan bersmaa dengan Kiana jika memang tuhan merestui mereka bersama. semoga segala yang diinginkannya akan berjalan baik sesuai dengan yang dia inginkan. bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN