kini mereka sudah sampai di rumah Calista, semakin dekat pintu masuk tangan Kiana semakin terasa dingin. dia merasa takut dan tegang, dia hanya takut jika dia tidak sesuai dengan harapan mamah dari kekasihnya itu. Naufal terus menggenggam tangan Kiana, dia meyakinkan kiana bahwa tidak ada hal yang tidak mengenakkan terjadi nantinya. Calista tidak sampai hati membuat Kiana sakit hati karena pada dasarnya apa yang membuat Naufal bahagia adalah hal yang diinginkan oleh Calista juga. "relaks sayang, jangan pikirkan apapun mamah baik kok" ujar Naufal sebelum membuka pintu rumahnya. Kiana mengangguk, dia percaya bahwa Naufal akan selalu menemani dirinya. kekasihnya itu mana mungkin akan meninggalkannya di saat Kiana sudah sangat mempercayai Naufal dengan sepenuh hati seperti ini. "masuk ya

