✔✔✔✔✔ Aku terduduk di tepi kasur dengan menekuk kedua lututku dan menenggelamkan kepalaku. Hanya berbalut selimut tebal, sedangkan bajuku masih berserakan di lantai. Sunyi sepi hanya isak tangisku yang terdengar. Tiba-tiba kasur jumbo ini sedikit bergoyang. Aku langsung mengelap air mataku dengan kasar. Dan menahan isak tangisku. Kurasakan punggungku terasa hangat saat Alan memelukku dari belakang. Mendekapku sangat erat dan menenggelamkan wajahnya ke leherku. "Maaf...!". Ucapnya lirih. Aku hanya terdiam. "Maaf kalo aku nyakitin kamu. Aku cuman nggak mau kamu pergi ninggalin aku..!". "Kamu pikir dengan begini aku akan tetap di sini?". Sahutku dengan suara serak. "Kamu memperlakukan aku seperti pelacur...bukan seperti seorang istri!". "Please Rei...kalo kamu mau dengerin aku sekali a

