✔✔✔✔✔ Banyak yang bilang hari senin adalah hari keramat. Harinya para pekerja sepertiku untuk memulai aktifitas. Dan pagi ini aku sampai di kantor lebih cepat 20menit dari biasanya. Bukan karena aku karyawan teladan tapi aku malas mendengar celotehan Mama yang selalu membahas tentang Alan dan Alan. Seperti tidak ada tema lain saja. Di tambah Riana yang semakin hari semakin menyebalkan. Aku melipat kedua tanganku di atas meja dan menenggelamkan kepalaku di sana. Ya Tuhan...aku lelah. Aku menarik nafas berkali-kali dan ku hembuskan dengan perlahan. Seminggu lagi aku akan menikah? Apa aku sedang bermimpi? Semoga saja iya. Suara hentakan sepatu yang mendekat membuatku mengangkat kepalaku. "Reina? Lo beneran Reina kan?". Tanya Bella dengan kedua alis yang bertautan. "Apaan sih lo..kayak

