✔✔✔✔✔ Aku tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutku melihat pemandangan pagi ini. Reina tampak kesusahan menggerakkan kakinya menuju kamar mandi. Sesekali ia merintih sambil memegangi perut bagian bawahnya. Aku membiarkannya tanpa ada niatan membantunya. Aku hanya ingin tau seberapa besar kekuatannya. Tapi lihatlah...baru beberapa ronde saja ia sudah berjalan seperti pinguin. "Lo bener-bener bocah sinting ya. Seneng ya liat gue menderita kayak gini?". Langkahnya terhenti di tengah kamar. Pintu kamar mandi masih jauh. Sesekali ia menghela nafas dan meringis memegangi perutnya. Aku hanya mengangkat kedua pundakku. "Lo tanggung jawab donk. Malah nyengir gitu!". Ku lihat ia dengan susah payah kembali melangkah ke kamar mandi. Aku menghela nafas. Baiklah. Ini salahku juga. Aku

