'Oek oek oek' Suara tangis bayi yang menggema di salah satu ruang rawat membuat tawa semua orang yang berada di dalamnya tersenyum lebar. Ah, tidak.. bukan semuanya. Karena faktanya seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang berdiri tak jauh dari hospital bed menekuk wajahnya dengan bibir mengerucut dan pipi menggembung sebal. "Ocha kenapa?" Tanya Vanila lembut menyadari wajah memerah putrinya menahan tangis. Roseline–– atau yang biasa dipanggil Ocha hanya menggeleng pelan sambil berusaha menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca. Menyadari gelagat putrinya, Vanila pun menyenggol lengan Sean yang kini mengernyit bingung menatapnya. Vanila tak menjawab, ia hanya menggerakkan dagunya menunjuk Ocha yang sudah menundukkan wajahnya menatap kakinya yang bergerak tak tentu arah.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


