"Kamu mau kemana?" Tanya Sean menatap menelisik pada Vanila yang menunduk di hadapannya. "Venecia," cicit Vanila pelan. Sean mengepalkan kedua tangannya. "Kenapa tiba-tiba? Kamu nyembunyiin apa dari aku," tanya Sean datar yang membuat Vanila menggeleng cepat. "Aku gak bohong. Aku udah punya rencana ini lama." Sahut Vanila masih enggan mengangkat kepalanya menatap Sean. "Iya lama, tapi kamu memutuskan karena masalah kita ini kan?" Sahut Sean tajam. Vanila mengangkat wajahnya menatap pria yang sudah berkilat marah ini. "Masalah aku apa masalah kamu? Aku bahkan gak kenal dia sama sekali, jadi gimana bisa kamu sebut ini juga masalah aku. Oke kita emang pasangan, tapi soal kehamilan mantan istri kamu itu gak ada sangkut pautnya sekali sama aku." Sean mengeraskan rah

