"Sayang, kam— u," Gandha menghentikan teriakannya saat mendapati sang istri yang tengah menatapnya sembari meletakkan telunjuknya di depan bibir. Tapi bukan itu yang menjadi perhatiannya, melainkan gadis cantik yang meringkuk di dekapan istrinya. Mengingatkannya pada saat pertama kali bertemu istri tercintanya. Gandha melangkah perlahan mendekat ke tempat tidur miliknya dengan Naka yang nampak melepaskan dekapannya perlahan dari Vanila. "Vanila?" Tanya Gandha berbisik, di angguki Naka yang sudah duduk di tepi tempat tidur. "How can?" Tanya nya lagi. Naka bangkit dari posisinya, mencium punggung tangan sang suami lalu membantu melepas dari Gandha. "Alen yang nitip. Katanya Vanila lagi ada masalah dan pengen nenangin diri, trus dia inget kita udah pulang ke Indonesia

