"Mama barusan telfon," ucap Sean setelah menghempaskan tubuhnya pada sofa yang ada di ruangannya. Vanila yang masih berada di mejanya memutar tubuhnya agar berbalik menghadap Sean, "kenapa?" "Katanya mau ketemu kamu, ada yang mau di omongin." Sahut Sean. Vanila mengangguk sejenak kemudian kembali menatap pekerjaannya yang ada di meja kerjanya. "Kamu kirim aja nomor Mama ke aku, nanti aku telfon Mama." Sean mengangguk lalu membuka ponsel nya menuruti perintah Vanila. "Kamu sama Mama ada apa?" Tanya Sean tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel. "Gak ada. Aku aja gak tau Mama mau ketemu," sahut Vanila acuh membuat Sean hanya mengangguk. Sean baru akan membuka suaranya sebelum sebuah suara yang tak asing membuatnya mendengus sebal. "Good afternoon everybody,"

