"Sir, anda memiliki tamu," Sean mendongakkan wajahnya menatap Vanila yang berdiri di ambang pintu ruangannya. "Siapa? Aku tak memiliki janji dengan siapapun." Kernyit Sean bingung. Belum sempat Vanila menjawab, tubuh nya sudah terpental menyebabkan Vanila terjerembab di lantai marmer ruangan kekasihnya. "VANILA!" Pekik Sean melompat dari posisinya menghampiri Vanila yang masih berada di atas lantai. "KAU GILA?!" Pekik Sean menatap nyalang wanita yang menjadi penyebab jatuhnya Vanila. "Are you okay?" Tanya Sean lembut yang di angguki oleh Vanila. Gadis itu mengangguk seraya bangkit dibantu oleh Sean. "Kau berani membentak ibu mu sendiri?" Sean tak bergeming. Ia mengabaikan dua orang wanita yang sukses membuat nya muak. Sean meraih Vanila masuk dalam dekapa

