Happy Reading
.
.
"Jaga dan hargai siapapun yang bersama mu hari ini. Sebab, kamu tidak pernah tau kapan waktu akan merebutnya darimu."
.
.
.
'Author Pov'
Aileen berjalan menuju kelasnya, XI-MIPA 2. Aileen sudah melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruang kelasnya. Di sana terlihat Alecia yang sedang duduk di kursinya dengan novel ditangannya.
Aileen berjalan menghampiri Alecia yang duduk dengan menutupi wajahnya menggunakan novel. "Al lo kenapa?"
Alecia menutup novelnya dan membantingnya di atas meja.
"Lo tadi kemana sih Leen? Gue di labrak tau sama kakak kelas, dan gak ada yang ngebela gue. Gue juga gak tau alesannya kenapa mereka ngelabrak gue. Ngeselin tau! Malu-maluin gue!"
"Sorry Al. Gue tadi mau nyamperin lo, tapi tangan gue di tarik Aksa. Aksa bilang lo akan baik-baik aja karena Raefal nyusulin lo saat itu." Aileen mencoba menjelaskan supaya Alecia tidak marah padanya.
Alecia menghela nafasnya sembari menutup matanya. Mencoba untuk mengendalikan emosinya. "Bisa-bisanya Aileen lebih nurut sama pacarnya daripada menolong sahabatnya."
Aileen melihat wajah Alecia sebentar. Aileen yakin kalau saat ini sahabatnya sedang marah padanya. "Oke deh. Maafin gue ya Al, gue gak bermaksud buat gak belain lo tadi."
Alecia hanya menganggukkan kepalanya sembari menatap intens mata Aileen. Aileen merasa tidak nyaman dengan tatapan intens yang Alecia berikan untuknya. Aileen mencoba berfikir untuk mencari topik lain, untuk di bahas. "Oh iya Al, lo masih suka dance kan?"
Alecia hanya berdehem. Alecia mengalihkan pandangannya ke arah novel yang tadi sempat dibacanya. Sedangkan Aileen menghembuskan nafasnya lega, karena telah terbebas dari tatapan intens Alecia.
"Kenapa?" tanya Alecia saat Aileen tak kunjung menjelaskan pertanyaannya tadi.
"Oh, pas kalo gitu. Nanti waktu istirahat lo ikut gue ke sanggar dance ya?" jawab Aileen. Alecia mengalihkan pandangannya lagi, menatap Aileen dengan penuh pertanyaan.
"Mau ngapain?"
"Jadi, anggota dance di sekolah kita itu kurang satu personil lagi. Dan gue yakin lo pasti bisa." ucap Aileen meyakinkan Alecia.
"Dari mana lo tau, kalo gue pasti bisa?"
"Al, gue pernah liat lo dance. Udahlah tenang aja, gue juga ikut dancenya kok. Lagian lo mau gak punya temen? Sekalian berbaur lah Al, mereka baik kok, lucu, ya walaupun.." Aileen menggantungkan ucapanya, membuat Alecia penasaran.
"Apa?" tanya Alecia dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Mereka itu bawel banget." lanjut Aileen dengan tawa kecilnya.
Alecia terdiam beberapa menit, saat ini Alecia sedang berfikir, untuk menerima ajakan Aileen atau tidak. Tetapi, yang di katakan Aileen juga benar. Apabila Alecia ingin mendapatkan banyak teman, Alecia harus mau berbaur, walaupun murid baru.
Alecia tersenyum ke arah Aileen, sedangkan Aileen dibuat bingung oleh senyuman Alecia sekarang.
"Oke gue mau."
Aileen pun dengan cepat memeluk erat Alecia. "Mungkin ini juga bisa bantuin lo Al, supaya banyak orang yang sayang sama lo." batin Aileen dengan senyumnya.
°°°°
Tet tet..
Bell istirahatpun sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu. Tetapi Aileen dan Alecia tidak kunjung keluar dari kelasnya. Memang jam terakhir sebelum istirahat, kelas XI-MIPA 2 di masuki oleh Pak Sulton, guru IPA yang mendalami tentang Agama. Setiap pelajarannya tidak jarang, Pak Sulton selalu bercerita tentang sejarah Agama kepada muridnya. Dan tidak lupa juga dengan semua tugas yang diberikannya kepada muridnya.
"Selesai juga nyatetnya." ucap Alecia dengan membanting pulpen pinknya diatas buku tulisnya.
"Iya, gila tuh bapak-bapak. Ngasih catatan se-abrek. Belum juga tugasnya." keluh Aileen dengan menyandarkan kepalanya di atas meja.
"Awas lo, jangan keseringan ngatain guru." Peringat Alecia dengan tawa kecilnya.
"Bukan salah gue don--" ucapan Aileen pun terpotong karena ponsel yang berada di saku roknya bergetar.
Aileen menyalakan ponselnya, karena sudah tidak ada Pak Sulton. Aksa Aldiano❤. Aileen tersenyum senang saat melihat notification dari pacarnya.
Aksa Aldiano❤ : gimana belajar nya? Siapa yang ngajar?
Aileen Hanindyah: Pak Sulton yang ngajar tadi. Kamu pasti tau lah):
Aksa Aldiano❤ : kok pake emoticon sedih sih? Capek ya? Ke kantin gih aku beliin makanan.
Aileen mengalihkan pandangannya sebentar lalu tersenyum saat membaca pesan dari Aksa, begitu peduli dengannya. Saat Aileen ingin membalas pesan Aksa, tiba-tiba ponselnya bergetar lagi. "Aksa gak sabar banget nunggu balasan gue."
Aileen pun kembali melihat ponselnya. Melihat kembali notification yang muncul di ponselnya. Dance Swag. Seketika Aileen membulatkan matanya sempurna. "Gawat, untuk ke dua kalinya gue bakalan di omelin sama anak dance!"
"Ayo Al kita ke sanggar sekarang!" Aileen menarik paksa tangan Alecia. Aileen berlari dengan menggengam tangan Alecia. Mereka berdua berlari menuju sanggar dance yang terletak di lantai tiga, pojok.
Aileen dan Alecia sudah sampai di depan pintu dance. Aileen membuka pintu dengan sedikit takut. Karena Aileen yakin kalau dirinya akan di omeli habis-habisan oleh teman dancenya.
"Ini nih yang dari tadi di tungguin." ucap Yehana saat mengetahui Aileen membuka pintu.
Semua berdiri menghadap Aileen, dengan semua tangan mereka yang berkacak pinggang membuat Aileen sedikit takut. "Sorry." ucap Aileen dengan menyengir kuda.
"Astaga Ai, lo telat mulu. Lo pake jam karet ya?" ucap Yuha.
"Gue tadi jamnya Pak Sulton, jadi ya kalian tau lah." ucap Aileen menjelaskan, supaya dirinya tidak terus terkena semprot mereka semua.
"Hmm. Oke, terus mana anak yang lo usulin tadi?" tanya Nana menengahi.
"Ini Alecia sahabat gue." ucap Aileen dengan menunjuk Alecia yang berada di sampingnya.
"Lo!" ucap Yeye dengan raut wajah kagetnya. Semua yang melihat raut wajah Yeye pun kebingungan, termasuk Alecia.
"Lo kenal Ye?" tanya Rara dengan sedikit menyenggol tangan Yeye.
"Lo yang tadi pagi di gandeng sama kak Raefal kan? Yang makan sepiring berdua sama dia? Dan, lo juga yang di labrak sama gengnya Cindy kan?" ucap Yeye menjelaskan. Semua pun tercengang kaget, kecuali Alecia dan Aileen. Aileen melihat kearah Alecia yang sepertinya tidak tertarik dengan pembicaraan ini.
"Jadi, lo yang tadi dibelain sama kak Raefal waktu mau ditampar sama kak Cindy CS?" tanya Kyla untuk memastikan. Semua menatap Alecia dengan tatapan tak percaya begitu beruntungnya.
Alecia sungguh tidak tertarik untuk membahas ini semua. Hanya membuatnya semakin membenci Raefal dan Cindy CS. "Kenapa jadi bahas ini ya?" ucap Alecia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Jawab dulu kali pertanyaan kita." ucap Yuha yang masih penasaran.
Alecia mendengus kesal. Pasalnya teman barunya ini memaksanya untuk menjawab pertanyaan yang tidak ada artinya bagi Alecia.
"Iya itu semua gue. Mulai dari di gandeng, sepiring berdua, dan dilabrak!" jelas Alecia dengan menahan emosinya. Semuanya pun hanya mengangguk percaya.
"Wah, pengen jadi lo deh. Kak Raefal belum pernah kan punya pacar satu sekolah? Dan sekarang lo yang akan jadi pacarnya. Ih, ngiri deh. Your lucky!" cerocos Ola yang sedikit tidak terima, karena Ola ngefans dengan Raefal.
"Gue gak beruntung deket sama dia! Udah sih, kalian mau tes gue gak? Kok malah ngomongnya ngalor-ngidul gak jelas kayak gini." ucap Alecia yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Bukannya gitu Al, satu sekolah itu belum pernah liat sikap romantisnya kak Raefal. Dan lo yang udah ngebuat sikap romancenya keluar, jadi ya? Banyak yang gosipin." ucap Nana dengan tawa kecilnya. Nana tahu kalau saat ini Alecia sudah geram dengan omongan teman-temannya.
"Ya udah terus gue gimana nih?" tanya Alecia datar karena dirinya sudah sangat bad mood.
"Kita semua udah nerima lo buat gabung di sini kok. Semoga lo suka sama sifat maupun sikap kita." ucap Nana dengan tersenyum manis kearah Alecia.
"Gue usahain ya." Semua pun tertawa mendengar ucapan Alecia.
°°°°
Kolom Vote dan Komentar dibawah yaa