Sena sudah berlari cepat setelah turun dari motor cowok yang mengantarnya. Saking paniknya ia sampai tidak mengatakan sepatah kata pun pada pemuda yang hanya melongo menatap kepergiannya. Gadis berambut panjang yang dikuncirnya itu sudah berlari masuk ke rumah sakit dengan tergesa-gesa. Ia pun mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Arseno, karena terlalu shock dengan berita buruk itu ia sampai lupa menanyakan ruangan tempat almarhum kakaknya. Sena memelankan larinya saat melihat sosok mungil Adam terduduk sendiri di koridor dengan merunduk pada kedua lututnya. Di sebelah anak itu ada seorang dokter yang berusaha menenangkan. Sena pun kembali melangkah cepat dan mendekat pada ponaannya itu. "Adam?" Adam perlahan mengangkat wajah, anak cowok itu lalu sesegukan saat melihat tantenya

