Arseno mengerjapkan matanya dingin dengan memandang jauh jalan raya di depan sana. Setiap dalam keadaan melamun begini, siapa pun akan beranggapan kalau ia adalah sosok yang judes dan sukar untuk didekati. Ekspresinya yang dingin nan kaku membuat beberapa orang yang sekilas melirik ke arahnya merasa terintimidasi. Padahal Arseno tidak melakukan apa-apa, hanya tidak sengaja bertatapan dengan mereka. Emang dasarnya wajah Arseno dan ekspresinya sudah satu paket dari lahir. Tidak bisa ia asal tersenyum ramah pada orang asing. Kesannya malah sok akrab dan dianggap aneh. Arseno memang bukan tipe yang terkenal ramah di tempat kerjanya. Malahan, ia termasuk ke dalam jajaran dokter yang paling ditakuti karena omongannya yang selalu apa adanya. Saking apa adanya banyak dari staff, sesama dokter at

