Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan, begitu pun tahun yang berlalu tanpa disadari. Serasa baru kemarin musim penghujan sekarang sudah kemarau panjang saja. Daun-daun pepohonan terlihat berguguran pada tanah membuatnya bertumpuk dan menjadi sampah jalanan. Terik panas matahari di atas sana membuat mata memicing dengan tangan yang secara naluri menutupi wajah agar tidak terkena bias pantulannya. Di suatu kafe, tepatnya di meja pojok. Seorang perempuan berkerudung segiempat yang panjangnya sedada itu terlihat duduk sendiri dengan memainkan pipet dalam gelas minumnya. Kelopak matanya mengerjap sayu dengan helaan napasnya yang sesekali terdengar. Tangan kirinya terangkat pelan, mengecek jam tangan kecil yang melingkar pada pergelangan tangannya. Tertera jam 13.00 di sana dan orang ya

