Surat Ijin Menikah

1059 Kata

Regina menatap punggung ponaanya yang duduk termenung di dekat jendela dengan memandang galau hujan deras sedari tadi. Seakan dia adalah tokoh utama laki-laki yang sedang diputus cinta oleh si tokoh utama perempuan. Apalagi ekspresinya yang sendu dengan kelopak mata sayunya yang mengerjap lamban. "Sedang apa?" Tanya Regina sembari mendudukan diri di sisi tempat tidur Firza yang kini menoleh ke arahnya. "Lagi lihatin hujan." Katanya kembali menempelkan pipi pada meja belajar. "Kenapa lihatin hujan sampai segitunya, coba? Gak ngerasa dingin?" Regina kembali bertanya membuat Firza menggelengkan kepala pelan. "Enggak, aku cuma keingat sama Adam aja." Ujarnya dengan bahu melemas. "Pasti sekarang Adam lagi main hujan sendirian. Dia gak punya teman, jadi ... kalau aku pergi Adam pasti sendir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN