Arseno berjalan naik ke undakan tangga sembari mengancingkan lengan bajunya. Bibirnya sesekali menghela napas samar merasa kelelahan karena sudah bolak-balik naik tangga, menenteng turun barang bawaannya ke bagasi mobil. Sisa barangnya dan juga beberapa pakaian Adam yang baru. Ia masuk ke dalam kamar, mengedarkan pandangannya dan menatap lama kamarnya. Kelopak matanya menyayu dengan perasaan tak enak yang ia rasakam sedari kemarin. Perasaan enggan untuk pergi dari sana. Apalagi banyak kenangannya bersama sang istri. "Aku pergi ya," gumamnya dengan menatap foto pernikahannya di atas meja samping tempat tidur. Ia tesenyum ke arah sang istri yang nampak tersenyum lebar dengan menggandeng lengannya. Sebenarnya bisa saja Arseno tidak pergi dari kediamannya bersama sang istri. Hanya saja Arsen

