Rangga berjalan ke koridor rumah sakit dengan menenteng paper bag berisi makanan yang baru saja ia beli di restoran yang tidak jauh dari rumah sakit. Pemuda itu membeli tonkatsu dua porsi dengan buah pir yang sudah dipotong. Tidak lupa pula ia membeli s**u cokelat kesukaan Acha. Ia sengaja membeli semua makanan itu agar setidaknya Acha bisa mengenalinya nanti. Sesampainya di depan ruangan tempat Acha dirawat, ia pun melangkah masuk dengan menyempatkan mengetuk pintu pelan membuat semua yang berada di dalam sana menolehkan kepala ke arahnya. Rangga sontak menganggukan kepalanya sopan ke arah calon ayah mertuanya yang sudah berdiri di samping ranjang Acha. "Om datang juga ternyata," sapanya dengan tersenyum ramah melangkah mendekat ke arah ranjang dengan meletakan paper bag yang di bawanya

