Bintang merunduk samar dengan memandangi dua orang di depannya yang masih beradu mulut sejak tadi. Masih mendebatkan masalah siapa yang salah dan benar, padahal sekarang bukan saatnya beradu argumen yang tidak berfaedah karena yang lebih penting sekarang adalah Arseno dan anaknya selamat atau tidak. "Ya, kamu kan kembarannya masa dia pergi aja kamu gak tau?" "Kan aku gak dikabari, sayang." "Itu karena kamu gak becus jadi saudara, bukannya sesekali datang nengokin malah keluyuran kayak anak TK." "Aku gak keluyuran sayang, aku kan kerja ... aku sekarang dokter loh," "Belum resmi, gak usah ngaku-ngaku. Pokoknya kalau Arseno sama anaknya sampai kenapa-napa, kamu yang aku salahin." "Ya Allah gusti, padahal aku juga masih kaget dengar Arsen pergi sama anaknya. Kenapa malah aku yang disalah

