"Aiden kritis! Dia dikeroyok!" Perkataan Damian di telepon terus terulang dikepala Garka bagaikan kaset rusak yang tidak ingin pernah Garka dengar lagi. Menumbuhkan kecemasan yang hebat dan juga ketakutan yang tak berujung. Masalahnya dengan Keyra jadi terlupakan begitu saja, seakan tersingkirkan dengan sendirinya. Tak ada yang lebih penting selain keselamatan sahabat-sahabat nya. Berita yang Dami sampaikan ditelepon tadi membuat jantung Garka berdetak sangat cepat. Nafasnya terengah-engah dengan mata yang berkaca-kaca. sorot tatapannya menajam seperti pisau, menimbun emosi dan juga menahan amarahnya hanya untuk mengkhawatirkan Aiden. Dengan kecepatan penuh, Garka berkendara menuju rumah sakit Baron yang jarak nya cukup jauh dari sini. Letaknya dekat perbatasan kota. Entah kenapa Aiden

