Her Stupidity

1608 Kata
Jakarta, Indonesia 11.45 AM "Aduh pelan-pelan, Key." "Diem deh, gue nya jadi panik, nih." Serkan meringis pelan sambil menatap wajah Keyra yang tengah fokus mengobati sudut bibirnya. Jarak mereka sangat dekat, hanya terpaut satu jengkal saja. Bukan dia yang menginginkan ini, tapi karena Keyra sedang mengobati wajah Serkan yang terluka akibat serangan Dami tadi, jadilah mereka harus berdekatan seperti sekarang. Keyra merasa mempunyai tanggung jawab untuk mengobati Serkan akibat ulah Damian. Dari jarak sedekat ini Serkan dapat melihat wajah putih dan mulus Keyra. Hidung Keyra mancung dengan bulu mata yang lentik. Bibir tipisnya berwarna pink dan alis tebal yang alami. Bingkai wajahnya sangat pas dan sempurna. Pipi itu tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk. Semuanya pas. Tidak ada riasan berlebihan diwajah Keyra. Seakan gadis ini memang dilahirkan dengan takdir memiliki paras rupawan. Cantik. Keyra memang cantik. Hanya saja Serkan tidak mempunyai rasa suka sedalam itu pada Keyra. Jika bukan karena misi nya pun ia enggan berbaik hati kepada perempuan. Sudah muak ia meladeni mahluk merepotkan ini. Meskipun sebenarnya dia sedang menunggu seseorang yang meninggalkannya beberapa tahun lalu. Tetap saja, Serkan tidak bisa membuka hati bagi siapa-siapa. Pintu hatinya tertutup rapat dan menolak menerima semua pesona wanita. Kebekuan hatinya kadang membingungkan Serkan sendiri. Dia tidak homo, dia jelas masih menyukai perempuan. Tapi dia tidak berminat untuk menjalin suatu hubungan dengan mereka. Seakan hati kecilnya menolak dan menunggu waktu yang tepat agar pintu itu terbuka dengan sendirinya. Tidak untuk Keyra atau beberapa gadis di sekolah yang terang-terangan menyukainya. Pasti akan ada sosok seperti dulu yang membuat Serkan sampai gila dibuatnya. Sosok yang membuat Serkan mabuk kepayang dan rela melakukan hal-hal buruk hanya agar mempertahankan dia di sisinya. Hatinya tidak berdetak kencang seperti yang seharusnya saat berdekatan dengan seorang perempuan apalagi yang cantik seperti Keyra. Dulu pernah sekali hatinya dibuat berdegup kencang hanya karena senyuman seorang gadis lugu. Dulu sekali sebelum Serkan menjadi sangat brutal seperti sekarang. Entah hati ini akan sama seperti waktu itu saat bertemu lagi dengan sosoknya nanti atau sudah berubah. Yang pasti Serkan tidak mempunyai pengganti nya hingga saat ini. "Aduh, Key!!" Serkan refleks menjauhkan wajahnya saat Keyra tak sengaja menekan lukanya cukup kuat, membuat sensasi perih dan panas mengelilingi luka itu. Meskipun lukanya kecil, namun pipinya masih terasa sakit dan berdenyut. Damage yang dihasilkan dari pukulan Dami tidak main-main. Mungkin akan meninggalkan bekas kebiruan yang cukup sakit bila ditekan. Memang ya, pukulan dengan emosi itu lebih menyakitkan. Apalagi yang memukul adalah benteng Zeus. Sepertinya Dami saat itu memang mengerahkan seluruh tenaganya untuk memukulnya. Dendam kesumat yang diturunkan oleh Ketuanya mengalir juga pada anggota-anggotanya. Jika tidak dihentikan oleh Keyra tadi mungkin dirinya sudah tinggal nama. "Eh, sakit, ya?" Keyra terkejut. Habisnya Serkan sedari tadi terus menerus menatap dirinya, membuat Keyra sedikit canggung. Seakan ia bisa merasakan tatapan laki-laki ini diseluruh wajahnya. Menusuk dan meneliti setiap inci wajah Keyra yang membuat gadis ini tak nyaman. Keyra sendiri sedikit sengaja menekan luka ini agar Serkan sadar dan berhenti menatap nya seperti tadi. Ditatap seperti itu agak membuatnya gelisah dan resah. "Menurut lo?" Keyra meringis. "Maaf, deh." "Lagian itu temennya si Garka kenapa tiba-tiba mukul gue, sih? s***p kali, ya." "Maafin Kak Dami, ya. Dia mungkin cuman salah paham aja. Dia emang tempramental," ucap Keyra asal. Ia merasa tidak enak kepada Serkan. Padahal Serkan saat itu tengah mengajarinya cara memasukkan bola kedalam ring, namun mungkin Dami berpikir lain. Mereka terlalu berpikiran buruk dan merasa curigaan pada dirinya atau Serkan. Ya tidak aneh si, mengingat Serkan adalah musuh bebuyutan Zeus. Jadi, setiap langkah dan pergerakan yang Serkan ambil akan selalu salah di mata mereka. Mau sebanyak apa Serkan berusaha berbuat baik, bila pada dasarnya citra Serkan dimata anak-anak Zeus itu buruk maka akan selamanya begitu. Keyra jadi kasihan pada Serkan. Pengorbanan apapun yang dilakukan Serkan untuk membuat mereka percaya bahwa Serkan telah berubah hanya di anggap angin lalu. Padahal bukankah setiap orang itu mempunyai kesempatan kedua? Terutama jika ingin berubah menjadi lebih baik lagi. "Sekarang lo percaya kan kalau gue udah berubah? Gue ga bales tonjokannya dia, karena gue udah janji gak bakal berantem lagi." Serkan menyentuh ujung bibirnya yang terasa perih. Sembari sedikit demi sedikit melancarkan aksinya untuk semakin menguasai kepercayaan Keyra pada dirinya. "Terutama sama anak Zeus." "Iya gue percaya." Keyra menyimpan kapas yang sudah ditetesi obat merah tadi ke meja. "Gue kecewa. Kenapa setelah Garka pergi, sahabat-sahabat Garka malah makin kasar. Selalu curigaan sama gue. Kata-kata Kak Dami tadi juga bikin gue sakit hati banget." Serkan melirik Keyra lalu tersenyum miring. "Itu karena lo bukan lagi bagian dari mereka. Garka gak ada, yang artinya mereka sekarang buang lo, Key." suara Serkan begitu meyakinkan. Berhasil membuat Keyra terpancing dan kepikiran. Terbukti, kini Keyra menatap Serkan terkejut dan sedih. "Masa, sih?" "Lo gak nyadar tadi temennya Garka itu bilang apa? Dia ngejagain lo cuman karena lo bagian dari Garka." Serkan menyenderkan tubuhnya di sofa. Posisi mereka memang tengah berada di rumah Keyra. Setelah kejadian tak mengenakan di timezone, Keyra memaksa Serkan untuk pulang. Rumah Keyra pun sepi karena Bunda, Ayah, dan Abangnya tengah sibuk. Hanya ada asisten rumah tangga Keyra yang mondar-mandir untuk membawakan camilan bagi mereka. "Apa iya?" tanya Keyra pelan. Ia menundukkan kepalanya. Tapi jika di pikir-pikir lagi, ucapan Serkan ada benarnya. Keyra bisa menjadi bagian dari Zeus dan dekat dengan semua anggotanya karena dia statusnya adalah kekasih Garka, kekasih Ketua mereka. Selama ini ternyata Damian, Aiden, Aldi, dan Ilo yang sudah Keyra anggap sebagai kakak kandungnya itu hanya berpura-pura? Mereka melindungi dan peduli kepada Keyra hanya karena titah Garka? Jika Garka tidak menyuruh mereka peduli kepada Keyra, apakah mereka akan peduli? "Tenang aja, Key. Sekarang kan lo punya gue. Gue juga punya sahabat, nanti gue kenalin ke mereka biar lo gak sedih lagi. Mereka gak kalah asyik, kok." Keyra melirik Serkan lalu menghela nafas. Hatinya mendadak tidak enak. Apa kedekatan Keyra dan Serkan ini dibenarkan? Kenapa banyak yang melarang kedekatan mereka ini? Seakan mereka tahu jika Serkan adalah sosok monster dalam mimpi buruk semua orang. Padahal ia yakin jika Serkan adalah anak baik, ia telah berubah. Buktinya, selama satu tahun ini Serkan tak pernah mengeluh ketika menjaganya. Padahal saat itu depresi Keyra selalu kumat. Serkan tak pernah menyerah menghibur Keyra hingga akhirnya ia semangat hidup kembali meskipun kadang masih termenung memikirkan Garka. Dia hanya ingin ada satu teman saja yang mengerti dirinya, tidak meninggalkannya disaat dia sedang terpuruk. Dan Serkan adalah orangnya. Alasan kenapa Keyra terus menerus percaya kepada Serkan adalah karena laki-laki itu mirip sekali dengan sosok Garka. Serkan mengingatkannya kepada Garka. Apa ia egois jika menjadikan Serkan sebagai pelampiasan rindunya akan sosok Garka yang kini entah bagaimana keadaannya? Saat bersama laki-laki ini, Keyra seperti merasakan kembali saat-saat ia dan Garka melalui masa-masa bahagia dulu. Itulah sebabnya Keyra cukup nyaman dekat dengan Serkan hingga sekarang. Dari segi wajah mereka memang berbeda, namun dari sisi perhatian dan cara menghibur, Serkan seakan menjelma sebagai Garka. Keyra juga jika depresi nya kambuh dia akan memanggil Serkan dengan sebutan Garka. Serkan akan memeluk dan menenangkan Keyra selayaknya Garka dulu. "Lo sekarang bukan seorang Ratu lagi, Key. Posisi lo udah beda, seharus nya lo sadar setelah menghilangnya Garka." Serkan melirik Keyra lalu menyeringai. "Mereka hanya nganggap lo karena Garka. Mereka itu gak tulus, Key." Keyra mendengar perkataan Serkan tanpa menatap wajah laki-laki itu. Perkataan Serkan sepertinya benar, apa ini saatnya Keyra untuk menyerah mengharap Garka kembali? Toh, dia sudah mempunyai Serkan yang selalu ada disampingnya. Dia juga sudah tidak perlu teman, karena Serkan sudah cukup. Selama ada laki-laki ini, Keyra akan baik-baik saja bukan? Keyra memejamkan matanya. Ia meraup wajahnya lalu mendesah frustasi. Dengan kesal dia mencoba mengambil kewarasannya kembali. Tidak, dia tidak boleh menyerah. Bagaimanapun juga Garka harus kembali ke sisinya, untuk itu Keyra tidak boleh berhenti berharap. Hampir saja ia pasrah dan melupakan Garka. Keyra akan sangat marah pada dirinya jika melupakan harapannya pada Garka begitu saja. Aiden benar, perlahan-lahan orang-orang yang peduli padanya kini mulai berkurang. Semua orang yang semula ada di pihaknya mendadak pergi. Mereka sepertinya muak, mereka semua marah dan kesal. Padahal semua ini tak jauh karena sikap Keyra sendiri yang belum stabil dan labil. Hanya Anin yang mau kembali kepadanya. Keyra sudah berusaha menghubungi Riri dan Mona untuk meminta maaf atas saran Serkan, namun Keyra di tolak mentah-mentah. Ada rasa malu saat kata-kata maaf Keyra tak di respon oleh Riri. Permintaan maaf Keyra tidak diinginkan oleh Riri. Sahabatnya itu sangat marah karena ia lebih memilih Serkan yang notabennya orang asing dibandingkan sahabat-sahabat nya sendiri. Sedangkan Mona? Gadis itu di paksa oleh Riri agar ikut tidak memaafkan Keyra. Hanya Anin yang benar-benar tulus memaafkannya. Padahal Keyra hanya ingin dimengerti. Dia juga tidak mau seperti ini, tapi dorongan dari rasa frustasi dan depresinya membuat Keyra melakukan hal-hal yang merugikan semua orang. Beruntung masih ada segelintir manusia sabar yang bisa menerima kekurangannya ini. Saat Keyra tengah memikirkan nasib sialnya, Serkan memilih menatap geli ke arah Keyra. Laki-laki itu tersenyum sinis sembari berdecih pelan. Dia bahagia melihat Keyra tersiksa dan bimbang seperti ini. Setidak nya tonjokan di pipinya ini membuahkan hasil manis. Gadis disampingnya sangat mudah untuk di rayu. Hal tersebut sangat menguntungkan untuk Serkan dan kelancaran rencana-rencana selanjutnya. Pada awalnya Serkan pikir akan sangat sulit untuk mengelabuhi Keyra karena catatan akademiknya yang pintar. Namun ternyata, orang yang pintar dalam belajar belum tentu pintar dalam memahami perasaan. Apalagi ditambah kepolosan Keyra yang bisa dengan mudah dibohongi. Hanya bermodalkan kebaikan dan kata-kata manis, kepercayaan gadis itu sudah bisa ia genggam. Menangislah, gadis cantik. Bencilah mereka semua. Rusaklah kedekatan kalian agar rencana gue berjalan lancar. Batin Serkan dalam hati
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN