Ucapan Aiden terpotong saat suara ketukan tak santai terdengar bertubi-tubi dari arah depan. Dami berdecak kesal lalu bangkit untuk membuka pintu. Ucapan Aiden belum dilanjutkan, raut wajahnya kentara terlihat sangat tidak senang. Acara sakral penyerahan kepengurusan jadi terganggu. Padahal sebelumnya Aiden sudah bilang kepada Mega dan Tiyas yang selaku pegawai distro itu untuk tidak mengetuk pintu atau menganggu mereka. Dengan sedikit tak sabar, Dami berlari serta membuka paksa pintu itu. Disana berdiri Mega yang tengah menampilkan wajah gelisah. Mukanya pucat. Cara berdirinya pun seperti orang gelisah. Ada jejak air mata di pipi perempuan ini. "Mba! Dami kan udah bil—" "Maaf, Dami. T-tapi itu-itu..." Dami menyerengit. "Kenapa, Mba? Ada maling?" tanya Dami, tatapan matanya masih mena

