"Minggir!" Keyra menahan geraman dan umpatannya saat tangannya disenggol seseorang. Tulisan ditangannya menjadi garis lurus panjang melenceng dari jalurnya. Padahal jika dilihat lagi, tempat duduk Keyra berada di paling belakang. Tapi tetap saja ada anak dajjal yang sengaja membuatnya kesal. "Ups, maaf gue sengaja." Keyra menghela nafas saat Wenda kembali mem-bully nya. Ia harus terus bersabar menghadapi situasi saat ini. Dia berusaha mengontrol emosinya dan juga u*****n kasarnya. Tidak akan ada untungnya juga jika Keyra menanggapi manusia satu ini. "Tadi siapa, si, yang berangkatnya bareng pangeran sekolah? Gak malu apa, ya? Oh, atau kedok nya belum kebongkar?" Anin yang duduk disamping Keyra kini melirik gadis itu. Ucapan Wenda yang terlampau keras tentu saja bertujuan untuk meny

