“Jer. Mama putuskan cari ibu pengganti untuk melahirkan anakmu.” Jeremy menghentikan kunyahannya, ia mendongak menatap sang ibu yang sedang menikmati santap siangnya kemudian meletakkan garpu dan sendok di tangannya. “Ibu pengganti?” “Kamu bilang tidak mau menikah dan memiliki istrikan? Hanya mencari Ibu pengganti sebagai pilihan terakhirnya.” “Tidak mudah dapat ibu pengganti. Apalagi Mama sangat rewel. Mama ini pemilih.” Balas Jeremy. “Mama bilang akan terima siapapun juga kamu belum bawa siapa-siapa ke rumah.” “Aku tidak memiliki siapapun.” Jawab Jeremy dengan cepat. Rosseane menghabiskan santap siangnya. Perempuan itu minum kemudian menyeka bibir sebelum kembali menatap putranya. “Yasudah kalau begitu kamu harus terima ibu penggantinya. Mama sudah memilih, dan dia sudah bersedia

