Jenara mengepalkan kedua tangannya saat lagi-lagi ia menerima kiriman fiktif, kali ini lebih jahat. Orang itu mengirim bangkai kelinci yang masih mengeluarkan darah segarnya. Ini sudah hari kedua Jenara menerima paket seperti itu. Tiga paket sebelumnya hanya boneka yang hancur dan dilumuri darah, sekarang meningkat, orang itu tega sekali membunuh hewan dan mengirimkan padanya dalam keadaan yang segar begini. Sebenarnya siapa pelaku pengirim teror ini? Apa tujuannya mengirim hal-hal seperti ini? “Aku tidak takut. Silahkan saja kau kirim semua yang kau punya. Aku tidak takut apapun!” Ucap Jenara setengah berteriak, ingin agar orang yang mengirimnya mendengar dan tahu kalau ia tak gentar sama sekali. “Miss Jenara ada apa?” Ken yang kebetulan mendengar teriakan Jenara segera berlari mendek

